Bos Tottenham Ingatkan MU Soal Dampak Europa League pada Mental

Bos Tottenham Ingatkan MU Soal Dampak Europa League pada Mental

Spurs ialah wajah lama di Europa League, selepas lima tahun beruntun berada dalam ajang kasta kedua UEFA itu. Bos Tottenham Mauricio Pochettino, mengatakan keadaan berbeda perihal dengan Man Utd.

Raksasa liga Inggris itu disebutnya akan mengalami gegar budaya, yang mewajibkan mereka beradaptasi. Manchester United terbiasa dengan gemerlap ajang elite Liga Champions, sedangkan Europa League akan memberikan atmosfer berbeda.

Pochettino yang dilansir Mirror pada Hari Kamis, 10 Desember 2015, memberi contoh pertandingan timnya melawan Qarabag di Azerbaijan. Laga itu mewajibkan mereka melakoni perjalanan panjang yang melelahkan.

Europa League lekat dengan jadwal laga Hari Kamis malam, selanjutnya Hari Minggu malam di liga Inggris. Pochettino mengklaim Tottenham terbiasa dengan jadwal Kamis-Minggu, tapi bagi Manchester United ia yakin akan memberi dampak pada mental mereka.

“Sulit untuk mengetahui secara pasti, bagaimana mereka akan menanganinya. Namun Anda harus mengubah kebiasaan, serta beradaptasi untuk bermain pada Kamis-Minggu, selepas sebelumnya Selasa-Sabtu,” paparnya.

Ia mengatakan perubahan jadwal, adalah salah satu faktor yang akan mempengaruhi tim. “Ada perbedaan besar, karena perjalanan jauh serta laga pada Hari Kamis malam, selalu berdampak pada psikologi para pesepakbola.”

“Bagi mereka sepakbola berarti Hari Sabtu pukul tiga. Namun tak lagi, itu akan mengubah mentalitas,” katanya. Pochettino berujar tak yakin, bila turunnya Manchester United ke Europa League bisa membantu Tottenham dalam persaingan titel liga Inggris.

Manager asal Argentina itu mengatakan klub-klub Inggris, tak punya banyak waktu mengistirahatkan pesepakbola sebelum ajang Eropa. “Saya sudah memaparkan sebelumnya, teori mengapa tim-tim Inggris kesulitan di Eropa.”

“Kompetisi (liga Inggris) sangat ketat. Selisih antara tim di atas serta bawah di liga Inggris sangat dekat. Itu bukan pengecualian bagi tim-tim yang bermain di Liga Champions. namun itu ialah realitas,” kata Pochettino.

Baginya di negara lain klub-klub memanfaatkan ajang domestik, sebagai peluang mengistirahatkan pesepakbola sebelum ajang Eropa. Tapi di liga Inggris hal itu tak memungkinkan.

“Di Prancis selisih antara Paris Saint-Germain serta runner up, ialah 10 hingga 12 poin. Jadi mereka dapat mengistirahatkan pemain-pemain di akhir pekan. Tak enteng mempertahankan keadaan pesepakbola untuk sepanjang musim,” paparnya.

Related Posts:

Manager Paraguay Ingin Neymar Main di Perempat Final Agen Sbobet...

Simpang Siurnya Keadaan Teranyar Messi Keadaan bintang Barca, Messi, kini...

Kritikan untuk Rooney Dinilai Tidak Tepat Juan Mata melontarkan pembelaannya...

Agen Sbobet – Kekasih Thomas Vermaelen, Polly Parson, kembali memamerkan kemolekan tubuhnya....