Berita Bola

Kalah, Van Gaal Buat Tudingan Konyol pada Wolfsburg

Setan Merah mengalami kegagalan yang memalukan, selepas gagal lolos dari fase grup Liga Champions, yang hanya berisi tim-tim medioker. Kubu Louis van Gaal pun memperoleh cemooh, baik dari fans maupun para eks bintang klub.

Dikutip dari Mirror pada Hari Kamis, 10 Desember 2015, manager asal Belanda itu kelihatannya tak bisa menghadapi tekanan dengan baik. Ia menjadikan bermacam dalih, perihal kekalahan 2-3 dari Wolfsburg pada Hari Rabu dini hari, 9 Desember.

Louis Van Gaal sudah menuding pengadil lapangan menjadikan keputusan yang merugikan Manchester United, dengan menganulir gol yang dibuat Jesse Lingard. Tapi, tayangan ulang membuktikan, bahwa hakim garis menjadikan keputusan tepat untuk menyatakan offside.

Tapi, klub raksasa Inggris itu belum berhenti mengeluarkan dalih. Manchester United sekarang menjadikan keluhan konyol, tentang keadaan stadion yang menjadi rumah Wolfsburg. Manchester United mengatakan pemanas ruangan dinyalakan terlalu berlebihan di ruang ganti.

Mereka bersikeras mengatakan temperatur di ruang ganti terlalu tinggi, menjadikan para pesepakbola harus menderita kekalahan 2-3, juga terdepak dari Liga Champions. Dalih Manchester United itu memicu reaksi baru dari netizen, karena terdengar sangat konyol.

Suhu panas disebut dapat jadi hanya dirasakan Van Gaal, bukan dari pemanas ruangan. Melainkan karena besarnya tekanan yang ia rasakan, akibat kegagalannya menangani Manchester United semenjak 18 bulan lalu, meski telah menghabiskan ratusan juta poundsterling.

Debut Garry Neville Diawali dengan Mimpi Buruk

Laga pertama Gary Neville sebagai Pelatih, berakhir dengan kekalahan di Mestalla. Valencia kalah 0-2 dari Lyon, menjadikan mereka terlempar dari Liga Champions. Legenda Manchester United itu kemudian akan bertanding di Europa League, bertemu dengan eks klubnya Man Utd.

Kesempatan Valencia bertemu Man Utd, juga berarti perjumpaan antara Neville serta Louis van Gaal, yang menjadi sasaran kritiknya ketika masih menjadi komentator sepakbola untuk Sky Sports. Perjumpaan Valencia serta Man Utd, diyakini akan memperoleh banyak perhatian.

Dilansir dari Sports Mail pada Hari Kamis, 10 Desember 2015, undian untuk babak 32 besar Europa League akan ditentukan pada Hari Senin, 14 Desember yang akan datang. Neville menolak untuk merespons pertanyaan, apakah ia akan memilih untuk tak bertemu dengan Manchester United di Europa League.

“Saya tak berpikir tentang siapa yang akan kami hadapi. Itu hal pamungkas dalam pikiran aku. Aku tak peduli, apakah kami akan berhadapan dengan Manchester United atau tim lain. Aku harus berpikir tentang laga melawan Eibar di akhir pekan,” kata Neville.

Ia memaparkan akan melakoni Europa League dengan serius. Tapi kini akan kembali fokus ke Liga Spanyol, di mana Valencia masih berada dalam posisi empat besar. Neville gagal melakoni debut dengan mengalahkan Lyon, yang akan memberikannya masa ‘bulan madu’ di Valencia.

Sekarang ia harus menghadapi pertarungan, untuk tetap menjaga semangat para pemainnya. Lyon adalah tim paling bawah di Grup H, yang sejatinya berisi tim-tim kecil. Valencia sebelumnya difavoritkan , maka kegagalan dikhawatirkan berdampak buruk bagi mental para pesepakbola.

Valencia menghuni Grup H bersama Zenit St Petersburg, AA Gent serta Lyon. Neville punya kesempatan bagus untuk lolos, ketika menghadapi Lyon yang tak pernah meraih kemenangan dalam lima laga sebelumnya. Klub Prancis itu hanya punya satu poin, dari satu hasil imbang serta empat kali kalah.

Kekalahan dari Lyon pun menjadi mimpi buruk bagi Neville. Ia sekarang harus mengatasi bisa jadi jatuhnya mental para pesepakbola, juga menjawab keraguan terhadap kualitasnya sebagai Pelatih.

Bos Tottenham Ingatkan MU Soal Dampak Europa League pada Mental

Spurs ialah wajah lama di Europa League, selepas lima tahun beruntun berada dalam ajang kasta kedua UEFA itu. Bos Tottenham Mauricio Pochettino, mengatakan keadaan berbeda perihal dengan Man Utd.

Raksasa liga Inggris itu disebutnya akan mengalami gegar budaya, yang mewajibkan mereka beradaptasi. Manchester United terbiasa dengan gemerlap ajang elite Liga Champions, sedangkan Europa League akan memberikan atmosfer berbeda.

Pochettino yang dilansir Mirror pada Hari Kamis, 10 Desember 2015, memberi contoh pertandingan timnya melawan Qarabag di Azerbaijan. Laga itu mewajibkan mereka melakoni perjalanan panjang yang melelahkan.

Europa League lekat dengan jadwal laga Hari Kamis malam, selanjutnya Hari Minggu malam di liga Inggris. Pochettino mengklaim Tottenham terbiasa dengan jadwal Kamis-Minggu, tapi bagi Manchester United ia yakin akan memberi dampak pada mental mereka.

“Sulit untuk mengetahui secara pasti, bagaimana mereka akan menanganinya. Namun Anda harus mengubah kebiasaan, serta beradaptasi untuk bermain pada Kamis-Minggu, selepas sebelumnya Selasa-Sabtu,” paparnya.

Ia mengatakan perubahan jadwal, adalah salah satu faktor yang akan mempengaruhi tim. “Ada perbedaan besar, karena perjalanan jauh serta laga pada Hari Kamis malam, selalu berdampak pada psikologi para pesepakbola.”

“Bagi mereka sepakbola berarti Hari Sabtu pukul tiga. Namun tak lagi, itu akan mengubah mentalitas,” katanya. Pochettino berujar tak yakin, bila turunnya Manchester United ke Europa League bisa membantu Tottenham dalam persaingan titel liga Inggris.

Manager asal Argentina itu mengatakan klub-klub Inggris, tak punya banyak waktu mengistirahatkan pesepakbola sebelum ajang Eropa. “Saya sudah memaparkan sebelumnya, teori mengapa tim-tim Inggris kesulitan di Eropa.”

“Kompetisi (liga Inggris) sangat ketat. Selisih antara tim di atas serta bawah di liga Inggris sangat dekat. Itu bukan pengecualian bagi tim-tim yang bermain di Liga Champions. namun itu ialah realitas,” kata Pochettino.

Baginya di negara lain klub-klub memanfaatkan ajang domestik, sebagai peluang mengistirahatkan pesepakbola sebelum ajang Eropa. Tapi di liga Inggris hal itu tak memungkinkan.

“Di Prancis selisih antara Paris Saint-Germain serta runner up, ialah 10 hingga 12 poin. Jadi mereka dapat mengistirahatkan pemain-pemain di akhir pekan. Tak enteng mempertahankan keadaan pesepakbola untuk sepanjang musim,” paparnya.

Van Gaal Dinilai Kejam, Pesepakbola Takut Masuk Catatan Hitam

Gaya manajemen Louis van Gaal disebut sangat kejam, maka para pesepakbola Man Utd akui takut berbuat kesalahan. Keadaan di ruang ganti yang telah rapuh, sebelum kekalahan melawan Wolfsburg, disebut sudah semakin rusak serta berdampak pada moral pesepakbola.

Sumber yang dilansir Sports Mail pada Hari Kamis, 10 Desember 2015, mengatakan Van Gaal secara konstan mengeluarkan kritik, yang sama sekali tak membantu perbaikan mental pesepakbola. Terlebih dengan kegagalan di Liga Champions, yang menjadikan atmosfer ruang ganti menjadi sangat panas.

Van Gaal disebut mencatat setiap kesalahan kecil dalam latihan serta laga, pada buku catatan hitamnya. Perihal itu menjadikan para pesepakbola hidup dengan ketakutan, akan masuk dalam catatan hitamnya itu bila tak mematuhi setiap instruksi yang ia keluarkan.

Mereka juga tak gembira, karena Van Gaal mengeluarkan kritik dengan serampangan, mengumbar kesalahan di depan semua pesepakbola. Dibuangnya Angel Di Maria, meski dihadirkan Manchester United dengan nilai yang memecahkan rekor transfer, jadi contoh apa yang terjadi perihal catatan hitam Van Gaal.

Tanggapan negatif Van Gaal pada para pemainnya, sudah menciptakan atmosfer yang tak mengenakan. Dua pesepakbola senior, Wayne Rooney serta Michael Carrick, sudah berbicara secara personal pada Van Gaal pada September lalu, memberinya peringatan soal suasana ruang ganti.

Gaal sudah buka suara soal catatan pribadinya musim lalu, catatan yang tidak pernah tertinggal kemanapun ia pergi. “Bagi aku ini bantuan yang sangat berharga. Tak penting apa yang orang pikir. Aku selalu menulis kesalahan kolektif yang bertentangan dengan taktik.”

“Berikutnya aku selalu mencatat kesalahan-kesalahan individual. Dengan begini aku mempunyai aspek logis, tentang apa yang akan aku bicarakan pada para pesepakbola. Itu mengapa aku melihat sebuah daftar akan sangat berharga, menghindari bisa jadi melupakan hal yang penting,” paparnya.

Benitez Bicara Soal Rivalitas Trio BBC serta MSN

Trio striker milik Madrid, yaitu Gareth Bale, Karim Benzema, serta CR7 atau yang akrab disebut BBC, mulai memperlihatkan tajinya. Tiga pesepakbola ini berhasil menyumbangkan gol ketika Madrid menggasak Getafe 4-1 di Santiago Bernabeu, Hari Sabtu 5 Desember 2015.

Trio BBC kembali dibanding-bandingkan dengan trio MSN (Messi, Luis Luis Suarez, serta Neymar) milik Barca. Perihal hal ini, manager Madrid, Rafael Benitez, coba memberikan jawaban bijak.

“(Mengenai rivalitas BBC serta MSN), aku rasa tidak adil untuk striker kami yang sudah bermain musim ini, bila berujar BBC ialah yang terbaik,” ujar Benitez sebagaimana dikutip Football Espana.

bbc2

“Tentu saja, kami punya tiga striker yang luar biasa. Tapi, mereka belum banyak bermain bersama musim ini. Mudah-mudahan di akhir musim, mereka dapat bermain lebih banyak sebagaimana ketika melawan Getafe,” imbuh eks manager Inter Milan serta The Blues ini.

Los Blancos akan menjamu Malmoe di penyisihan Grup A Liga Champions, Hari Selasa 12 Agustus 2015 (Rabu dini hari WIB). Walau telah tidak menentukan karena telah pasti lolos, Benitez tetap mematok kemenangan di Santiago Bernabeu.

“Untuk meyakinkan suporter bahwa kami bermain bagus, kami perlu bermain 90 menit sebagaimana di babak pertama ketika melawan Getafe, serta melanjutkan sederetan kemenangan melawan Malmoe,” kata Benitez.

“Kami ingin menang serta mempertahankan kepercayaan diri. Ini bukanlah laga penting, tapi menang dapat memperkuat rasa percaya diri,” imbuh manager 55 tahun ini.

Bomber Atletico Mentahkan Niat Chelsea

Bomber Atletico Madrid, Antoine Griezmann, buka suara perihal niatan The Blues memboyongnya pada bursa transfer Januari 2016 yang akan datang. Lelaki asal Prancis tersebut akui kerasan bermain di Liga Spanyol, serta tak ingin pindah dalam waktu dekat ini.

Pernyataan Griezmann menjadikan niatan Chelsea untuk memboyongnya pupus. Walaupun, tambahan amunisi sektor serang sangat dibutuhkan Mourinho guna mengangkat kembali penampilan pasukan asuhannya.

“Saya tak merasa perlu bermain di Ligue 1, liga Inggris, atau Serie-A. Aku berada di Spanyol serta merasa gembira,” ujar Griezmann.

“Saya suka sepakbola serta semua yang ada di sini,” papar mantan pesepakbola Real Sociedad tersebut sebagaimana dikutip Daily Star.

Performa ujung tombak berumur 24 tahun bersama Atletico tengah dalam puncaknya. Dari 19 laga yang sudah dilakoni, ia telah menyumbangkan 11 gol bagi Los Rojiblancos.

Sejatinya bukan hanya The Blues saja yang kepincut performa Griezmann. ManCity serta Man Utd juga diberitakan ingin mendapatkan jasanya untuk musim depan.

Tapi, siapa pun yang ingin mendapatkan jasa Griezmann mesti bersedia merogoh kocek dalam-dalam. Sebagaimana dikutip laman Transfermarkt, harganya sekarang berkisar di angka £35 juta atau sekitar dengan Rp726 miliar.

Harga tersebut melonjak sekitar 75 persen dari ketika Atletico membelinya dari Sociedad pada awal musim 2014. Saat itu, manajemen Los Rojiblancos hanya perlu mengeluarkan uang £20 juta saja untuk mendatangkannya.

Lawan Wolfsburg, 7 Bintang Manchester United Absen

Langkah berat harus dilalui Man Utd di penyisihan Grup B Liga Champions, Hari Selasa 8 Agustus 2015 (Rabu dini hari WIB). 7 pesepakbola Manchester United harus absen dalam pertandingan hidup mati yang berlangsung di Volkswagen Arena.

Sebagaimana dikutip Sky Sports, Wayne Rooney tak termasuk dalam 19 pesepakbola yang dibawa Pelatih Louis van Gaal ke kandang Wolfsburg. Sebelumnya, eks pesepakbola Everton ini juga absen dalam pertandingan kontra West Ham United, akhir pekan lalu, karena cedera engkel. Rupanya, Rooney belum pulih serta harus absen, dini hari nanti.

Lainnya Rooney, Manchester United juga harus kehilangan Morgan Schneiderlin. Pesepakbola internasional Prancis ini mengalami masalah pinggul di pertandingan kontra The Hammers, serta tidak dibawa ke Jerman.

Cederanya 2 pesepakbola ini tentu saja menjadi petaka untuk Manchester United. Sebabnya, sebelumnya mereka telah kehilangan 5 pesepakbola yaitu Marcos Rojo (cedera bahu), Ander Herrera (cedera hamstring), Phil Jones (cedera engkel), Luke Shaw (patah kaki), serta Antonio Valencia (cedera kaki).

Beruntung, Manchester United masih dapat mengandalkan Paddy McNair. Defender 20 tahun ini sempat mengalami cedera engkel ketika melawan West Ham, tapi tetap dibawa Van Gaal ke Jerman. Lainnya McNair, pesepakbola muda yang dibawa Manchester United ialah Guillermo Varela.

Pesepakbola muda lainnya, Nick Powell juga masuk dalam pasukan Manchester United selepas lama mengalami cedera hamstring. Pesepakbola 21 tahun ini akan bergabung dengan Sean Goss serta Cameron Borthwick-Jackson.

Manchester United kini menempati posisi 2 Grup B dengan 9 poin dari 5 laga, tertinggal 1 poin dari Wolfsburg di posisi puncak. Kemenangan wajib diraih Manchester United bila ingin lolos, serta tak bergantung pada hasil lain.

Berikut pasukan Manchester United untuk melawan Wolfsburg:
David De Gea, Sergio Romero; Paddy McNair, Chris Smalling, Guillermo Varela, Cameron Borthwick-Jackson, Daley Blind, Matteo Darmian; Bastian Schweinsteiger, Michael Carrick, Sean Goss, Nick Powell, Ashley Young, Jesse Lingard, Andreas Pereira, Juan Mata; Memphis Depay, Marouane Fellaini, Anthony Martial.

Ferguson Bandingkan Leicester serta Awal Kejayaan United

Pelatih legendaris Man Utd, Sir Alex Ferguson, berujar Leicester City punya peluang yang sukar didapatkan lagi musim depan. Mereka dapat bangkit menjadi penguasa liga Inggris, sebagaimana dilakukan Manchester United, 2 dekade lalu.

Leicester menjadikan kejutan dengan memimpin klasemen menjelang paruh musim. Ferguson mengatakan keadaan ini akan menjadi semakin sukar bagi Claudio Ranieri dalam beberapa pekan yang akan datang, ketika skuadnya menghadapi sederet tim-tim besar yang dapat menjadi ujian berat.

“Tim ini mempunyai vitalitas, kecepatan serta energi yang fantastis,” ujar Ferguson dilansir dari Sports Mail pada Hari Selasa, 8 Desember 2015.

“Kini, Leicester ialah tim terbaik di liga Inggris, tak ada keraguan. Pertanyaannya hingga kapan mereka bertahan?”

Satu faktor yang jadi perhatian Ferguson ialah sumber daya dalam pasukan. “Jadi untuk tim kecil sebagaimana Leicester City, mereka punya tantangan. Berapa jauh mereka dapat melaju dengan pasukan kini. Bisakah mereka bertahan sepanjang musim?”

“Kembali pada musim 1992/1993 ketika kami (Manchester United) memenangkan liga Inggris untuk pertama kalinya. Norwich memimpin sampai pertengahan Maret, namun kami dapat mengalahkan mereka serta memenangkan titel liga,” ujar Ferguson.

Ketika itu, Ferguson berhasil menyusun tim, menciptakan kestabilan dengan membangun pasukan muda. Ryan Giggs, Paul Scholes serta sederet nama lain, jadi bagian dari tim muda yang menjadi pilar kejayaan Manchester United, sampai Ferguson memutuskan pensiun di akhir musim 2012/2013.

Ferguson menyanjung pasukan yang dimiliki Leicester kini, khususnya Jamie Vardy yang menjadi top scorer sedangkan. Ia yakin Leicester dapat memenangkan liga Inggris, bila bisa memperkuat pasukan yang ada dalam bursa transfer Januari yang akan datang.

“Apa yang Claudio Ranieri (manajer Leicester) katakan pada empunya klub? Apa pandangannya tentang menambah pesepakbola dalam skuad?” ujar Ferguson.

Baginya, Ranieri harus meyakinkan empunya klub untuk memperkuat pasukan kecil yang mereka miliki kini. Leicester mempunyai kesempatan yang sukar ditemui, dengan berada di puncak klasemen kini. Keadaan itu, bagi Ferguson, menjadi alasan yang cukup kuat, untuk berinvestasi pada kedalaman pasukan. “Ini peluang besar, mereka dapat memenangkan liga.”

“Apakah mereka mempunyai dana (untuk membeli pemain)? Aku pikir mereka punya. Apakah empunya mempercayai pelatih? Ia (Ranieri) haris memilih tim serta dengan menambah pesepakbola, ia akan memberi persoalan pada dirinya,” kata Ferguson.

Kini, Ranieri disebutnya tak punya banyak masalah. Ia bisa menurunkan tim yang sama karena pasukan yang terbatas. Tapi, untuk mencapai hasil lebih tinggi, Ranieri harus menambah lebih banyak pesepakbola.

Lainnya tentang kedalaman pasukan, Ranieri juga akan menghadapi tantangan dengan penampilan para pemainnya. Bagaimana ia harus menjaga pesepakbola bintang sebagaimana Jamie Vardy, untuk terus memberikan penampilan terbaik.

“Dia agresif, cepat, punya banyak energi. Ia sudah membuktikan itu,” bisik Fergie.

Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Monchengladbach Tgl 09 Desember 2015

Manchester City akan berusaha keras meraih posisi puncak klasemen grup D Liga Champions dengan memenangkan laga saat menjamu Borussia Monchengladbach di Stadion Etihad, Hari Hari Rabu (9/12/2015) pukul 02.45 WIB.

Sayangnya, pada laga pamungkas grup D Liga Champions yang krusial ini Manchester City tak bisa menurunkan skuad terbaiknya. Fernando, Yaya Toure, Pablo Zabaleta, Vincent Kompany serta Samir Nasri serta Sergio Aguero masih berkutat dengan cedera.

Namun para pemain pelapis Manchester City punya kualitas tak jauh beda. Duet centre bek akan diisi Mangala serta Otomendi, sedangkan trisula pesepakbola tengah serang jadi posisi tak tergantikan bagi Sterling, Silva serta De Bruyne. Wilfried Bony diplot sebagai ujung tombak menggantikan posisi Sergio Aguero untuk menggedor pertahanan Manchester City.

Sedangkan Borussia Monchengladbach sendiri datang sebagai tamu yang tak bisa diremehkan. Di Bundesliga, mereka nangkring di posisi 3 usai menundukkan Bayern Munchen.

Duet striker Borussia Monchengladbach, Johnson serta Stindl akan didukung empat pesepakbola tengah bertenaga kuda, Wendt, Xhaka, Dahoud serta Raffael.

Jika Manchester City masih labil serta bermain angin-anginan, sementara Borussia Monchengladbach mampu tampil seperti ketika meladeni Bayern Munchen, bukan tak mungkin tuan rumah akan gagal mewujudkan ambisinya untuk menang serta menjadi jawara grup D Liga Champions yang sekarang dipegang Juventus dengan selisih 2 poin.

Pada pertandingan lainnya di grup D Liga Champions, Juventus akan ditantang wakil Spanyol yang akan bertindak sebagai tuan rumah, Sevilla.

Prediksi Susunan pemain :

Manchester City (4-2-3-1): Hart; Sagna, Otamendi, Mangala, Kolarov; Fernandinho, Delph; Silva, Sterling, De Bruyne, Bony.

Borussia Monchengladbach (4-4-2): Sommer; Korb, Christensen, Elvedi, Nordtveit; Wendt, Xhaka, Dahoud, Raffael; Johnson, Stindl.

Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Juventus Tgl 09 Desember 2015

Sevilla serta Juventus akan berhadapan di matchday pamungkas babak penyisihan grup D Liga Champions Eropa. Dalam pertandingan yang dihelat Hari Rabu (9/12/2015), kedua tim mempunyai misi berbeda yang sama-sama penting.

Klub Juventus ingin menjaga posisi puncak dari kejaran ManCity. Kini mereka tengah memimpin dengan pencapaian 11 poin. Untuk sedangkan I Nyonya Tua unggul dua angka dari pasukan ManCitys. Bila dapat mempertahankannya, Klub Juventus bisa terhindar dari tim besar macam Barca, Madrid serta Bayern Muenchen di babak 16 besar.

Sedangkan Sevilla, mereka berambisi merebut peringkat tiga dari genggaman Borussia Mönchengladbach. Kini kedua tim hanya berjarak dua angka. Bila dapat mewujudkan ambisinya, Sevilla akan lolos ke Europa League ajang yang sudah mereka menangkan dalam dua tahun pamungkas.

Karena itu, maka kedua tim diyakini akan mengandalkan pemain-pemain terbaiknya semenjak awal laga. Pertandingan nanti juga menjadi ajang reuni bagi dua Martin Caceres serta Ciro Immobile. Caceres sempat bermain di Sevilla selama dua tahun. Sementara Immobile, dia adalah pesepakbola yang dibina oleh akademi junior Juventus.

Prediksi Susunan Pemain :
Sevilla (4-2-3-1): Sergio Rico; Mariano, Rami, Trémoulinas, Escudero; Krychowiak, Konoplyanka; Vitolo, Krohn-Dehli, Reyes; Immobile

Juventus (4-3-3): Buffon; Evra, Chiellini, Bonucci, Caceres; Sturaro, Pogba, Marchisio; Cuadrado, Mandzukic, Morata