Merchandise Dibajak di Asia Tenggara, Juve Merugi Rp 145 M

Merchandise Dibajak di Asia Tenggara, Juve Merugi Rp 145 M

Nyonya Tua membeberkan mengalami kerugian besar perihal penjualan merchandise di Asia Tenggara. Itu pasalnya pihak Si Nyonya Tua akan melindungi produknya lebih ketat lagi dari pembajakan.

Ya, dikutip Forza Italian Football, tahun ini Klub Juventus merugi sampai 10 juta euro atau Rp 145 miliar dari merchandise. Bukan karena penjualannya tak laku, namun karena maraknya produk merchandise palsu yang beredar di pasaran.

Malahan merchandise palsu ini bukan hanya jersey, namun juga produk lain sebagaimana kaos, syal, sampai gelas. Produk palsu memang marak diperjualbelikan di Asia Tenggara pasalnya harganya yang jauh lebih murah.

“Perlindungan yang ada dari sisi hukum, kriminal, serta sipil tak cukup bagi kami. Tentu ini sangat merugikan bukan hanya dari sisi penjualan, namun juga untuk even nasional serta internasional,” ujar pengacara klub, Fabio Tucci.

“Barang palsu yang sangat mirip sangat buruk dampaknya bagi klub. Demikian juga bagi suporter yang membelinya.”

Tucci berkeinginan ada perubahan undang-undang maka merchandise palsu tak beredar lagi. “UU yang ada kini tak memungkinkan pihak klub untuk melarang peredaran barang palsu yang tampak mirip dengan aslinya.”

Related Posts:

Kurang Istirahat, Penyebab Klub Inggris Terpuruk di Eropa Raihan hasil...

Neymar Berada di Atas Level Ronaldo serta Messi Manager Timnas...

Wenger Bantah Sindiran ‘Hak Istimewa’ Mourinho Perselisihan Arsene Wanger dengan...

Kalah Dari Tottenham, Pellegrini Ogah Sebut Pasukan City ‘Drop’ Pelatih...