Wenger Khawatir Doping Merajalela di Sepakbola

Wenger Khawatir Doping Merajalela di Sepakbola

Doping atau penggunaan obat terlarang untuk menambah kekuatan seseorang atlet belakangan kembali menyeruak di sepakbola Eropa. Di Liga Champions, beberapa pekan lalu, pesepakbola Dinamo Zagreb, Arijan Ademi, diketahui menggunakan doping ketika melawan The Gunners.

Zagreb menang ketika itu dengan skor 2-1, serta Arsene Wenger mengeluhkan penggunaan doping tersebut. Pelatih Meriam London khawatir timnya menjadi korban tim lawan yang menggunakan doping.

“Aku mencoba jujur pada nilai-nilai yang aku percaya penting dalam hidup, serta untuk mewariskannya kepada yang lainnya. Selama 30 tahun menjadi Pelatih, aku tidak pernah menyuntik pesepakbola aku agar mereka lebih baik. Aku tidak pernah memberikan mereka produk apa pun yang mengangkat penampilan mereka,” terang Wenger, seperti diwartakan L’Equipe, Hari Rabu (11/11/2015).

“Aku bangga dengannya, serta aku sudah bermain dengan banyak tim yang tak berada di pandangan yang sama. Bagi aku, keindahan sepakbola yaitu semuanya ingin menang, namun hanya ada satu pemenang. Kita mencapai masa saat kita memuliakan kemenangan, tanpa melihat cara atau metode untuk meraihnya,” paparnya.

“Sepuluh tahun selanjutnya kita semua menyadari pesepakbola yang curang, serta selama masa itu, salah satu yang datang berikutnya menderita. Ia tidak dianggap serta dengan segala yang apa dikatakan kepada mereka, mereka tidak dapat sangat bahagia,” tambahnya.

Lelaki asal Prancis itu pun menyerukan kepada UEFA serta FIFA untuk lebih ketat memberi tes kepada pemain profesional agar terbebas dari penggunaan doping.

“Jujur aku tak berpikir kami melakukannya cukup baik (tes doping). Sangat sukar bagi kami untuk percaya bahwa Anda memiliki 740 pesepakbola di Piala Dunia serta keluar tanpa satupun masalah. Secara matematis, hal itu terjadi setiap waktu. Namun secara statistik, malahan untuk sosialisasi obat-obat terlarang, kami harus lebih dalam menelusurinya,” kata Wenger.

“Aku harap Inggris bebas dari doping, namun aku tidak tahu. Saat Anda punya kontrol doping di pertandingan UEFA, mereka tidak memeriksa darah tapi urine. Aku banyak bertanya di Jenewa (untuk perubahan). Aku harap kami tidak punya masalah besar dengan doping, namun kami harus menemukannya,” tukasnya.

Related Posts:

Agen Sbobet – Pemberian penghargaan pemain terbaik dunia FIFA Ballon d’Or akan...

Kasus Pemerasan Video Mesum, Benzema Didukung Presiden FFF Presiden Federasi...

Situs Judi Bola Online – Raksasa Katalan Barcelona bertekad mengamankan...

Agen Sbobet – Adalah Rosy Maggiulli model seksi asal Italia yang...